Wednesday, 1 April 2020

Cara Mendapatkan Kartu Pra-Kerja



Sebagai salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi banyaknya korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan wabah corona atau covid 19, maka Presiden Jokowi memutuskan untuk mempercepat realisasi program kartu pra-kerja.

Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah menganggrakan dana APBN sebesar 10 triliun rupiah. Dengan anggaran tersebut nantinya setiap pekerja yang masuk kategori korban PHK akan menerima honor berupa insentif sebesar 1 juta rupiah per orang atau naik dari yang sebelumnya sebesar 650 ribu rupiah.

Berikut mekanisme pelatihan dan cara mendaftar Kartu Pra Kerja:

1.    Daftar di website Kartu Pra Kerja
Dalam tahapan ini, peserta perlu melakukan penginputan data dan seleksi online. Petugas Pengantar Kerja/Antar Kerja di Disnaker mendampingi peserta untuk mendaftar melalui website secara kolektif dan melakukan seleksi online berdasarkan kemampuan dasar dan motivasi. Untuk pendaftaran peserta Kartu Pra Kerja bisa dilakukan secara online di laman Prakerja.go.id.

2.    Memilih pelatihan
Peserta bisa memilih pelatihan yang disyaratkan industri. Peserta memilih pelatihan dari layanan SISNAKER dan bayar menggunakan saldo Kartu Pra Kerja maksimal Rp 3 juta untuk online dan maksimal Rp 7 juta untuk offline.

3.    Mengikuti pelatihan
Peserta mengikuti pelatihan di SISNAKER. Di mana pelatihan diselenggarakan secara online maupun offline dan peserta kemudian akan dapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga.

4.    Berikan ulasan dan rating
Peserta diberikan kesempatan memberikan ulasan dan rating terhadap lembaga pelatihan melalui SISNAKER setelah melakukan proses pelatihan.

5.    Mendapatkan insentif
Peserta Kartu Pra Kerja bisa mendapatkan insentif sebesar Rp 500 ribu dan akan ditransfer dalam 3 tahap ke saldo Kartu Pra Kerja.

6.    Survei Kebekerjaan
Survei Kebekerjaan dilakukan sebagai feedback efektivitas program. Survei yang ditanyakan dalam 3 tahap dengan insentif pengisian survei sebesar Rp 150 ribu sebagai feedback efektivitas program, kesesuaian pelatihan dan penempatan kerja, dan sebagainya.




BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya